Wednesday, November 23, 2005
Pertemuan Kembali

Alhamdulillah… akhirnya, usia kandunganku memasuki usia 28 minggu. Masa mual, muntah, dan enek sudah bisa dikatakan berlalu… jika saja kemarin tidak kena diare. Hmm… karena kena diare selama dua hari, akhirnya maagku kambuh. Walhasil, perut rasanya terus menerus kembung dan mual serta muntah kembali datang menyapa. Seharusnya, hari selasa ke dokter buat periksa rutin. Tapi, akhirnya baru hari kamis bisa ke dokter. Tapi bukan ke dokter langganan, melainkan periksa ke PUSKESMAS…. Hehehe… pingin nyoba pake ASKES.

 

Arna pulang sekolah,langsung chao ke PUSKESMAS.

 

Yang namanya PUSKESMAS ini, harus dicapai dengan kendaraan umum dulu karena letaknya lumayan jauh dari rumah. Cuaca di luar rumah tuh cerah. Cerah banget malah. Matahari bersinar terik dan... mulailai babak berkeringat dimulai. Sampai di PUSKESMAS, Daftar, terus ngasi kartu ASKES… terus....eh… tiba-tiba, petugas pendaftarannya bilang gini,

“Bu… ini anak ke enam yah? Wah… ASKES-nya sudah nggak berlaku bu.” HAH?  Aku bengong. Dia nggak lihat apa keringat yang masih mengalir di kening dan ujung hidungku? Setelah menelan air ludah untuk mengatasi rasa kaget, lemah aku bilang aja ke petugas.

“Iya sih, ini insya Allah jadi anak ke enam saya. Tapi kan, anak saya yang bisa lahir dengan selamat hingga bisa jadi besar itu cuma ada dua pak. Yang lain, maksud saya, yang tiga lainnya keguguran semua. Ini kehamilan ke enam, tapi insya Allah masih masuk hitungan anak ketiga.” Petugasnya bengong. Terus serius merhatiin lembar catatan medis, terus…mungkin dia bingung juga. Jumlah anak yang harus dihitung itu yang hidup saja apa yang sudah tiada juga?

 

“Hmm… kalau gitu, sebentar yah bu.” Mungkin dia ngasih kesempatan buatku untuk menghapus keringat yang masih deras mengalir. Sejak memasuki bulan ke lima kehamilan ini, bawaanku kegerahan melulu. Keringat tuh rasanya tidak berhenti mengalir. Baju cucian yang biasanya irit (bisa dipakai dua-tiga kali) sekarang habis dipakai harus langsung diturunin karena sudah pasti bau keringat. Kasihan juga yang nyuci (maafkan aku yah say…). Akhirnya, setelah diskusi dengan teman sejawatnya, petugas itu kembali datang.

“Bu… nanti tanya sama dokter saja deh, status ibu di ASKES jadinya gimana.” Terus dia ngasih nomor urut pasien. Dapat nomor 32. Aku tersenyum dan bertanya pada sesama pengunjung yang menunggu.

"Sudah nomor berapa mbak yang dipanggil?"

"Baru nomor 11." Senyumku langsung hilang. Hmm… begini ini kalau berobat kesiangan.

 

 Iseng aku tengok kiri kanan. Mencoba mencari pemandangan yang bisa menghibur. Ada beberapa orang disana yang juga menunggu, perempuan semua dan hamil semua…. Hehehe… namanya juga emang ruang tunggu poli kandungan. Ada yang hamilnya sudah besar sekali, ada juga yang perutnya masih kempis tapi wajahnya pucat dan lesu (mungkin dia baru awal-awal dan mengalami mual muntah). Ada yang pakai rok, ada juga yang pakai celana panjang. Ada yang rambutnya digerai, ada juga yang berjilbab dan…. Subhanallah…. Ada…..

 

“Ade yah?” hah? Loh… itu kan…,

“Afiyah yah?” Subhanallah…. Di ruang tunggu ini tidak dinyana ketemu Afiyah. Dia teman SMA-ku dulu. Teman sebangku waktu di kelas satu SMA N 8 Jakarta. Afiyah langsung spontan pindah duduk di sebelahku. Aku Cuma cengar-cengir, surprise banget!!! Senengnya nggak terkata. IT’s been a long…long… lontong… eh.. time. Sudah lama banget nggak pernah dengar kabar tentang Afiyah. Sejak lulus SMA… Lah, anakku yang besar saja sekarang sudah kelas satu SMP!!!

 

“Subhanallah Afiyah, apa kabar? Ihh… nggak nyangka kita ketemu di sini.” Kami berdua cekikikan bak remaja. Lupa dengan perut yang sama-sama membuncit, apalagi usia yang sudah masuk usia kritis untuk hamil (35 lewat jeehhh!!!).

 

“Subhanallah, ade… akhirnya ente dapat hidayah juga.” Tertawaku kian tak tertahan melihat gaya Afiyah berkata seperti itu.

 

Duh… bukan rahasia lagi. Dulu, persahabatanku dengan Afiyah memang amat unik. Kami berdua memang berasal dari latar belakang yang amat berbeda. Seperti bumi dan langit. Afiyah anak ROHIS tulen. Kaus kakinya selalu panjang seperti pemain sepak bola yang bertanding di musim dingin (dulu, memang ada peraturan bahwa jilbab dan rok panjang tidak boleh dikenakan di sekolah). Sebelum dan setelah jam sekolah, jilbab lebar senantiasa menghiasi kepalanya. Dia juga aktif dengan kegiatan ROHIS. Tutur katanya lembut keibuan, senantiasa sabar dan rendah hati. Sementara aku… hmm…. Bisa dikatakan, aku selalu beredar di sekolah bersama teman-teman gank-ku yang tidak ada satupun berasal dari anak ROHIS. Yang ada dari sie keamanan, pecinta alam, basket, teater, paduan suara dan paskibra.

 

Jadi, kalau hari ahad  (dimana kegiatan ekstra kurikuler emang selalu diadain di hari ahad), Afiyah bisa dicari di musholla, sedangkan kalau mau nyari aku… cari ajah di antara mereka yang nongkrong di kantin sekolah, atau di bawah pohon. Biasanya, aku lagi asyik bercanda sambil cekakakan bareng teman-teman gank-ku, sambil nyoba untuk tebar pesona.

 

Kalau pulang sekolah, Afiyah dengan sabar menunggu S-60 datang di bawah terik matahari dan di antara debu-debu yang beterbangan (Afiyah selalu pulang kalau sekolah sudah rada-rasa sepi karena dia senantiasa menyempatkan diri untuk beres-beres musholla dulu), aku di saat yang sama mungkin lagi dilanda perasaan tegang karena mobil sedan teman yang aku tumpangi, saat itu sedang adu kecepatan dengan mobil sedan lain di jalan raya. Kebut-kebutan (istilahnya, tarik-tarikan) memang jadi permainan yang biasa banget di antara teman-teman gank-ku.

 

Kalau sabtu malam Afiyah mungkin lagi ikut MABID buat memperoleh pencerahan iman, aku dan teman-teman gank-ku malah keluyuran nyari hantu di kuburan-kuburan (oh ya, teman-temanku memang pada penasaran semua pingin liat hantu tanpa kepala di kuburan jeruk purut. Mereka tuh niat banget, malam-malam ngajak jalan cuma buat melihat dengan mata kepala sendiri kayak apa sih yang namanya hantu tanpa kepala itu…. Uhhh, mereka memang gila-gila!!!).

 

Pendek kata, aku dan Afiyah tuh, meski duduk sebangku setiap harinya, tapi kami seperti bumi dan langit. BEDA banget! Dan, hubungan pertemanan kami berdua, sama-sama tidak direstui oleh teman-teman dari kedua belah pihak. Jadi, kami bersahabat secara back street (duh, istilahnya, apa coba?). Hehehhe….. teman-teman ROHIS Afiyah, kesal banget lihat aku sebangku dengan Afiyah, dan diam-diam selalu berusaha minta supaya Afiyah nyari teman sebangku yang lain. Mereka takut Afiyah terkontaminasi dengan kelakuanku yang serba minus. Sementara teman-teman gank-ku, berulang kali menyarankan agar aku pindah duduk dengan orang lain yang “nggak beda jauh dengan keseharianku”. Bukan apa-apa, kalau lagi kumat niat untuk mengemukakan ide untuk menjalankan kegilaan-kegilaan, entah mengapa, aku tuh suka nggak sadar malah ngasih saran untuk mengurungkan niat dan ide tersebut. Biasanya, tanpa sadar, aku tuh suka bilang, “Eh… kata Afiyah, sebenarnya yang kayak gini nggak baik loh.” . "Eh, kita pulang saja yuk, nanti kalau kelamaan takutnya jadi ngelakuin dosa loh, soalnya Afiyah bilang, bla..bla...bla." Hihihi… mungkin mereka gerah kali yah dengan nasehat yang sepintas aku kemukakan and they all come from Afiyah's mind.

 

Tapi, meski berbeda, persahabatan aku dan Afiyah yang unik tetap terjalin, hingga kami lulus SMA. Meski obrolannya kadang suka nggak nyambung. Aku hari senin selalu menggebu-gebu bercerita tentang pesta-pesta dan acara-acara “heboh” yang aku datangi di sabtu malam dan hari ahad, sementara dia selalu bercerita tentang tausiyah-tausiyah yang dia dapatkan di hari yang sama tersebut. Kadang aku yang bengong mendengar pelajaran dan hikmah yang terselip di tausiyah-tausiyah yang Afiyah ceritakan, tapi lebih banyak Afiyah yang bengong mendengar cerita-cerita seruku. tapi di ujungnya, aku juga sering merenungkan semua tausiyah dia. Hmm. Kalau dipikir-pikir, mungkin Afiyah tuh merasa bahwa menasehatiku adalah ladang amal terbesar buatnya. Sedangkan buatku pribadi, Afiyah adalah penyeimbang untuk semua ego-ego negatif yang sering muncul berhamburan dari dalam diri ini. Yah, pokoknya hubungan kami asli saling mengisi (meski yang satu ngisinya harus benar-benar dengan kesabaran dan kerja keras). 

 

Nah… di ruang tunggu pasien itu, aku dan Afiyah seperti kembali memutar lembaran-lembaran itu. Lucuuuu banget. Ihhh… astaghfirullah… ternyata dulu aku gila banget yah. Syukurlah hidayah itu datang juga, entah apa jadinya diri ini jika Allah tidak membantu mengangkat diriku.

 

“De… selain jilbab, masih ada nggak yang nggak berubah dari diri ente?” Hah? Aku tersenyum mendengar pertanyaannya.

“Kenapa emangnya?”

“Habis, ente beda banget sama dulu. Benar-benar berubah. Lain banget.” Aku kembali tersenyum.

"Nah, senyumnya aja dah berubah. Dulu mana pernah senyum kalem kayak cewek gini." Aku langsung nyengir kuda.

“Tadi kesini… pakai mobil De? Dah bisa nyetir akhirnya?” Kembali aku tersenyum tapi kali ini dengan sebuah gelengan kepala yang kuat.

“Itu termasuk salah satu yang belum bisa diubah.” Dengan senyum keibuannya yang khas, Afiyah bingung.

“Kenapa? Ente masih tetap belum bisa bedain kiri kanan yah?” Aku mengangguk sambil tersenyum lebar. Afiyah tersenyum sambil geleng-geleng kepala.

 

Hehehe…. Aku memang punya banyak kekurangan. Salah satunya, orientasi kiri kananku yang kacau balau. Dari dulu, aku memang sulit untuk mengingat yang mana sebelah kiri dan mana yang sebelah kanan.

“Lah ini… jam tanganku masih tetap di tangan kanan.” Yah, jangan heran. Jam tangan yang kuletakkan di tangan kanan ini memang sebagai pengingat arah kanan.

“Ihh… ade… ade… ente tuh selalu bikin kangen…seneng banget deh ketemu ente lagi. Lebih senang lagi, karena ente sudah benar-benar jadi ade yang baru.” Afiyah dengan wajah sendu menatapku. Mungkin terharu, mungkin bahagia. Entahlah. Tapi yang pasti, aku juga merasakan kegembiraan yang sama atas pertemuan hari ini. Dan terharu mendengar pengakuan terakhirnya. Alhamdulillah wa Syukurillah. Indahnya persahabatan.

 

 

 


Posted at 01:37 pm by ade-anita
Comment (1)  

Monday, November 07, 2005
fiuhhhhhhhhh

Akhirnya....
Akhirnya.... ketemu juga waktu dan kesempatan untuk bisa ngetik dan ber-internet ria.
Alhamdulillah.

Nggak... nggak. Bukannya ngeluh bahwa selama hamil ini jadi nggak bisa produktif dan jadi sakit-sakitan (masa iya ngeluh, orang kehamilan ini memang dinanti-nantikan kok. CUma di luar dugaan saja jika ternyata cobaan sakit selama mengandungnya berkepanjangan).

Hmm... hampir tujuh bulan nggak bisa menghasilkan tulisan apapun. Baik cerpen, buku apalagi... buat kafemuslimah... hik...hik..hik.... Jadi, sekarang saatnya untuk mulai produktif lagi. Mengejar ketertinggalan.

Ayo Ade... Cheer up and never give up!!!

Posted at 12:40 pm by ade-anita
Comment (1)  

Tuesday, September 27, 2005
My Birthday

Hari ini saya berulang tahun. Ehem.. ehem... dah tua juga yah ternyata. It's 15th years before 50!!!

Pagi-pagi, setelah shalat shubuh berjamaah, mas dan anak-anak langsung pada ngerubungin dan ngasih ucapana selamat ultah dengan senyum-senyum yang menghiasi seluruh wajah mereka. Termasuk senyum di wajah mengantuk Arna.
Wah... terharu juga.
But... eits.... bukan sampai disini saja cerita mengharukannya.
Mas pergi ke luar sebentar dan muncul lagi dengan sebuah kartu ucapan selamat di tangannya. DI sana, ada tanda tangan dari semua anggota keluarga tercinta.
Wah.. surprise.... kapan mereka beli tuh kartu? (perasaan kalau kemana-mana selalu berempat deh?). Ternyata, kata mereka, mereka beli pas ke toko buku, barangnya diselipin di antara buku-buku yang mau dibayar (hmm... pantas saya nggak lihat).

setelah itu, sambil nunggu jam setengah enam (ini kebiasaan memang, kalau belum jam setengah enam, kami tuh belum ada niatan untuk bergegas mandi atau bersiap-siap melakukan aktifitas... tapi begitu jam setengah enam ... TENG.... yang mau mandi, makan, minum susu, nyetrika pakaian, bikin sarapan, semua bergerak di waktu yang sama.... padahal, kamar mandi cuma ada satu, dan minum susu juga harus dibuat.... makan dan sarapan juga harus segera... karena jam enam seperempat harus sudah ada yang berangkat pergi ke sekolah dan kerja!!! ... hehehe... tapi, disinilah serunya..) kami semua ngobrol-ngobrol ajah sambil malas-malasan di atas tempat tidur (rame-rame berempat). Diskusi, mau makan apa dan dimana nanti sore....

wahh.... ini memang tradisi tak tertulis. Kalau ada yang berulang tahun, diusahakan untuk makan di luar, yah, istimewa dikit dong untuk hari istimewa....

Setelah itu, jam setengah enam berdentang dan kami semua langsung bergerak dengan langkah tergopoh... ada yang berebut kamar mandi, ada yang kosek-kosek bikin sarapan dan ada yang mulai merengek minta susu atau minta disetrikain bajunya.

Jam enam seperempat, mas dan Ibam berangkat. Ibam sempat ditegur....kok bawa uangnya banyak banget? Ibam cuma senyum-senyum tipis sambil terus mengantungi uang saku lebih yang dia ambil dari kotak uangnya.

dan hari pun berlalu dalam kerutinan seperti biasa. HIngga tiba siang hari.
Ibam pulang sekolah.... waktu itu, saya lagi nonton tv sambil istirahat karena lelah dan kegerahan. Ibam masuk kamarnya, naruh tas dan ganti baju terus keluar-keluar lagi sambil ngasih bungkusan kantung plastik warna hitam. Oh ya, sebelumnya dia manggil adiknya, Arna, buat masuk kamar dan mereka berdua keluar berdua sambil senyum-senyum penuh rahasia ke arahku.

"Bu... aku punya kejutan buat ibu. Nih..." Bungkusan plastik hitam itu diberikan dengan malu-malu. Arna dengan senyum cerianya nyeletuk: "Pokoknya surprise deh..."
Wah.. apa yah?
penuh rasa ingin tahu, segera kubuka kantung plastik hitam itu... isinya....

dua buah teh kotak, satu buah permen POLO, dan dua buah kue coklat CHip....
WAHHHHHHHHHHHH... SUBHANALLAH.... WHAT A SURPRISE.....

"Wah... makasih yah? Hmm.. ibu tahu sekarang, kenapa tadi pagi kamu bawa uang lebih? Duh... mau beli hadiah buat ibu yah?"  Ibam senyum-senyum ajah.  Terus dia cerita bahwa dia dari mikrolet berhenti di komplek PJR dan jalan ke mini marketnya... terus belanja itu semua.... dari sana jalan kaki ke rumah.... hik..hik... terharu sekali rasanya.... bukan dari harga barang2 yang dia beli, tapi dari niat dia buat ngasih hadiah itu yang bikin terharu.... entah berapa lama dia mengumpulkan uang untuk membeli makanan kecil yang memang kesukaanku semua..... hehehe... termasuk teh kotaknya... cuma permen polonya ajah yang lagi nggak bisa dimakan karena bikin kembung....tapi....langsung saja Ibam aku raih dan aku hadiahi ciuman di pipinya.... cuma, karena Ibam dalam hal ini sudah merasa "besar" (dah SMP kelas 1) dia rada2 salting gitu pas dicium.... heheheh.... dan wajahnya yang putih kian semu merah ketika ucapan terima kasih kuucapkan di telinganya.

TERUS... nggak lama kemudian Arna ngasih potongan kertas putih berbentuk hati.....

"Bu... aku juga punya hadiah... tapi aku nggak punya uang... jadi, aku bikin ini saja... buat ibu."
subhanallah.... kejutan yang tiada henti.. nikmat yang tiada taranya.... pada Arna pun hadiah kecupan dan ucapan terima kasih terhatur.....sekali lagi, jangan lihat dari bentuk dan murahnya hadiah, tapi dari usaha dia membahagiakan...... meski hati itu dibuat dari kertas sisa struk... meski guntingannya belum halus.... tapi.... hik..hik.... air mata ini benar-benar tak terbendung....

langsung saja setelah adegan mengharukan itu teratasi, kirim sms ke mas...."mas... makasih yah karena sudah mendidik anak-anak yang menjadi penyejuk mata dan penghibur hati.... alhamdulillah... semoga mereka jadi anak-anak sholeh dan bermanfaat bagi kemaslahatan orang banyak kelak... amien."



Posted at 12:59 am by ade-anita
Comment (1)  

Wednesday, September 21, 2005
jutawan

Saya punya saudara. Hmm... saudara jauh sih, jauh banget. Tapi kan tetap saudara.

Dulu, waktu tahu bagaimana rupa kediamannya, saya sempat dibuatnya ternganga.
Wah.... subhanallah... rumahnya mewaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh sekali.

Empat lantai, dengan satu lantai terletak di bawah tanah (under ground). Ini rumah tinggal pertama yang saya temui menggunakan lift didalam rumahnya. Nah... ruangan bawah tanahnya ini, khusus dia desain karena diperuntukkan untuk mini cinema alias bioskop kecil.

Duhhh.... deretan kursi untuk menontonnya, empuk, reclining seat (itu loh kursi yang bisa diatur untuk kaki relax), dengan ac yang dingin dan tata ruang seperti gedung pertunjukkan untukkelas atas... televisi layar datarnya besarrrrrrrrrr.... pokoknya, bioskop 21 ajahsih, tewas deh nyamannya.

sayangnya, saking kebanyakan duit, mereka rada2 boros. hmm..... waktu lagi ngecat rumah (maksudnya waktu rumahnya diganti warna catnya), mereka pindah ngontrak ke rumah mewah lain dengan bayar uang kontrakan sebesar Rp 15 juta sebulan. HANYA SEBULAN  DANCUMA BUAT NGUNGSI SEMENTARA DOANG!!!!

kalau soal liburan, dan selera berbelanja, wah... nggak usah diceritain deh. Sampai-sampai, rasanya hampir tiap tahun istrinya berubah wajah... yang kulit hitam manisnya jadi putih lah, yang hidungnya jadi mancung, atau dagunya jadi kotak berbelah, itu rasanya perkara mudah untuk dilakukan. Pernah dia mengajak saya,
"Eh.. jerawat tuh dipipinya.. suntik vitamin E yuk disalon...Murah kok, nggak nyampe satu jeti, aku traktir deh." GLEK!!!!

Tapi.....
beberapa waktu lalu, ada berita duka dari saudara saya ini yang membuat saya termenung dan terpekur.
Suaminya terserang kanker paru-paru dan stadiumnya sudah stadium 4. Semua saudara diminta berkumpul untuk dimintai maaf.


Innalillahiwainnailaihirajiun..... ternyata,sekaya apapun harta yang kita miliki tidak akan pernahbisa menolak kuasa Allah untuk memberikan penyakit. Hmm..... Untuk pengobatan, satu kali berobat saja memakan biaya Rp 100.juta.....

Pada suami saya, tanpa sadar saya berkata, "Mas... semoga nanti jika kita sudah tua, tidak dihinggapi penyakit yang menyengsarakan yah... kasihan juga anak-anak jika harus pontang panting mencari biaya pengobatan."

Sungguh... kesehatan itu amat mahal... dia benar-benar rezeki Allahyang tiada tara lezatnya.
Jadi inget ibu.... meski beliau Allahyarham meninggal secara mendadak, ternyata itulah kepergian yangterbaik yangdirancang Allah bagi kami anak-anaknya yang hidup tidak berkelebihan.
Subhanallah... walhamdulillah AllahuAkbar.

Posted at 09:54 am by ade-anita
ada komentar?  

psikotest cinta

Psikotest ini diambil dari email internet,
diterjemahkan oleh orang tersebut dari
bahasa
asalnya Japanese. Anda akan
menemukan hasil
yang sangat mengejutkan. Orang yang
memikirkan
game ini, konon sesudah membaca mail
ini,
harapannya dapat terkabul. Pasti anda
akan
terkejut melihat hasilnya.!!!
Cuma janji dulu, JANGAN MEMBACA
JAWABAN
DIBAWAHNYA TERLEBIH DAHULU.
ISI DULU INSTRUKSI YANG DIMINTA.
BACA SATU PARAGRAF DEMI SATU
PARAGRAF.
Pertama-tama siapkan bolpen dan kertas.
Waktu memilih nama, anda harus
memilih orang
yang anda kenal. Jangan terlalu banyak
mikir,
tulislah apa yang ada di kepala anda.

INGAT : Maju satu paragraf per paragraf.
Kalau anda membaca kelanjutannya,
Permohonan
anda tidak akan terkabul.
1.. Pertama-tama tulis angka 1 sampai
sebelas di
kertas anda secara vertikal (atas ke
bawah)

2.. Tulis angka yang paling kamu senang
(antara1-
11) disebelah angka No.1 dan 2

3.. Tulis 2 nama orang (lawan jenis) yang
kamu
kenal, masing-masing di No.3 dan No.7

4.. Tulis 3 nama orang yang kamu kenal
di No.4, 5,
dan 6. Disini kamu boleh menulis nama
orang di
keluarga, teman, kenalan. Siapapun OK.
Cuma
harus yang kamu kenal

5.. Di no.8, 9, 10 dan 11 kamu tulis nama
judul
lagu yang berbeda-beda

6.. Terakhir, tulis kamu punya
permohonan.(Kamu
minta permohonan)







NAH......... dibawah ini ada jawaban dari
psikotest-
nya mudah-mudahan cocok jawabannya.
1.. Anda harus memberitahu ke orang
yang anda
tulis di No. 7 tentang psikotest ini.
2.. Orang yang anda tulis di No.3 adalah
orang
yang kamu cintai.
3.. Orang yang anda tulis di No.7 adalah
orang
yang kamu suka, tetapi bertepuk sebelah
tangan.
4.. Orang yang anda tulis di No.4 adalah
orang
yang anda rasa paling penting bagi anda.
5.. Orang yang anda tulis di No.5 adalah
orang
yang paling mengerti tentang anda.
6.. Orang yang anda tulis di No. 6 adalah
orang
yang membawa keberuntungan pada
anda.
7.. Lagu yang anda tulis di no. 8 adalah
lagu yang
ditujukan untuk orang No.3
8.. Lagu yang anda tulis di no.9 adalah
lagu yang
ditujukan untuk orangNo.7
9.. Lagu yang anda tulis di no.10 adalah
lagu yang
melukiskan apa yang ada di hati anda.
10.. Terakhir, lagu yang anda tulis di
No.11 adalah
lagu yang melukiskan hidup anda.


Posted at 09:33 am by ade-anita
Comments (2)  

Previous Page Next Page


ade-anita
September 26th
Female
jakarta
   



Assalamu'alaikum. Dahulu sekali aku punya diary. Sampai bertumpuk di lemari. Tapi sekarang, aku punya sahabat yang bersedia jadi diary kapan saja aku membutuhkannya. Jadi, diary tulisan tangan pun terlupakan. Tapi, karena aku senang nulis, pada akhirnya aku butuh tempat untuk menampung ide dan semua uneg-uneg... yang berguna untuk jadi bahan tulisan kelak. Sebagian besar tulisan di blog ini ada di Kafemuslimah.com...sebagian lagi sudah berubah jadi buku yang diterbitkan... tapi sebagian lagi cuma ada disini. Jadi.. Selamat membaca. Semoga bisa menularkan ide juga bagi orang lain.
Wassalamu'alaikum.


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed