<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1" ?>
<rss version="0.91">
  <channel>
    <title>uneg-unegku</title>
    <link>http://ade-anita.blogdrive.com/</link>
    <description>uneg-unegku</description>
    <lastBuildDate>Wed, 26 Nov 2008 22:40:00 PST</lastBuildDate>
    <generator>http://www.blogdrive.com</generator>
    <copyright>Copyright 2008.</copyright>
    <category>Islam</category>
    <category>Writing</category>
    <category>Family Issues</category>
    <item>
      <title>pindahan aja deh</title>
      <link>http://ade-anita.blogdrive.com/archive/48.html</link>
      <pubDate>Mon, 24 Nov 2008 09:27:22 GMT</pubDate>
      <description>aku mau pindahan nih... dah bikin tempat yang baru... alasan pindah blog, sederhana banget... aku gaptek.. tapi bosenan... blogdrive nyediain variasi template yang terbatas banget... dah gitu, pas mau copy punya orang lain, eh... blogdrive nggak kompatible... sebel.. ya udah.. aku pindah rumah aja deh. ke sini nih... angan lupa dateng ya ke rumah -baruku 

&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;http://adeanita-adi.blogspot.com&quot;&gt;http://adeanita-adi.blogspot.com  &lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/123399/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/123399/img/?url=http%3A%2F%2Fade-anita.blogdrive.com%2Farchive%2F48.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://ade-anita.blogdrive.com/comments?id=48</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Hari ketika dia memanggil saya ibu</title>
      <link>http://ade-anita.blogdrive.com/archive/47.html</link>
      <pubDate>Thu, 30 Aug 2007 08:30:54 GMT</pubDate>
      <description>&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 27pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;Masih ingat kata apa yang pertama kali diucapkan oleh anak anda ketika dia baru saja mulai belajar bicara? Biasanya, kata pertamanya adalah semua kata yang memiliki huruf vocal ‘A’. Ayah, &lt;?xml:namespace prefix = st1 ns = &quot;urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags&quot; /&gt;&lt;st1:place w:st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:City w:st=&quot;on&quot;&gt;Aba&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;, Ama, Mama, Papa. Seorang teman saya bahkan bercerita bahwa kata pertama yang diucapkan oleh anaknya adalah ‘Gajah’. Lucu memang meski tidak habis piker, darimana si kecil memperoleh kata tersebut. Alhamdulillah anak bungsu saya, seperti lazimnya anak-anak yang lain, kata pertamanya bukan kata yang aneh-aneh. Kata pertama yang berhasil dia lafalkan adalah “ayah”. &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 27pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;Sejak awal kami membentuk sebuah keluarga, saya dan suami memang sepakat untuk mempergunakan panggilan Ayah dan Ibu pada anak-anak kami. Tentu saja, karena terdiri dari dua huruf vocal yang berbeda, saya harus lebih bersabar menunggu anak-anak saya bisa memanggil saya ibu. Biasanya, jika mereka sudah lewat satu tahun, barulah kata ini bisa terucap dengan sempurna dari mulut anak-anak saya. Tapi, entah mengapa rasanya kesabaran ini tampaknya berkurang porsinya ketika saya berhadapan dengan anak bungsu saya. Setiap hari, setiap kali dia bertemu dengan apa saja, maka kata “Ayah” spontan keluar dari mulutnya. Minta dibukakan pintu, dia bilang “Ayah”. Minta minuman, “Ayah”. Minta diambilkan sesuatu, kembali “Ayah”. Pendek kata, hanya inilah satu-satunya kata yang keluar dari bibir mungilnya tersebut. Terkadang membuat saya tersenyum, tapi belakangan membuat saya sedikit cemburu. ‘Nak, &lt;?xml:namespace prefix = st2 ns = &quot;urn:schemas:contacts&quot; /&gt;&lt;st2:GivenName w:st=&quot;on&quot;&gt;ayo&lt;/st2:GivenName&gt; belajar memanggil saya Ibu.” Diam-diam, saya pun semakin rajin mengajari dia agar dapat pandai memanggil saya dengan seruan: ibu. Suami saya hanya tersenyum melihat kecemburuan saya tersebut. Hingga suatu hari, suami saya berkesempatan pergi ke luar &lt;st1:place w:st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:City w:st=&quot;on&quot;&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; selama beberapa hari.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 27pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;Waktu-waktu dimana suami saya pergi ke luar &lt;st1:place w:st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:City w:st=&quot;on&quot;&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; tersebut benar-benar saya manfaatkan untuk mengintensifkan anak bungsu saya untuk berlatih memanggil saya ibu. Setiap saat jika ada kesempatan, saya selalu lafalkan panggilan “Ibu” di dekatnya. Ketika berjalan, bercanda, menyuapi. Awalnya, memang dia sedikit bengong dan senyum-senyum lucul. Tapi lama kelamaan akhirnya lancar juga. Alhamdulillah. Tidak terbayangkan betapa bahagianya hati ini ketika dia ingin tidur, wajah mungilnya memandang saya dengan mata penuh kepolosan dan memanggil saya “Bu” sebagai tanda bahwa dia ingin dihantar tidur. Suka cita diri ini menina-bobokan dia dengan doa penghantar tidur dan senandung penuh kasih. Hari-haripun terasa lebih ceria dan membahagiakan. Hingga tiba hari suami saya kembali dari luar &lt;st1:place w:st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:City w:st=&quot;on&quot;&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 27pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;“Sayang, ayah pulang nih.” Seperti biasa, bungsu saya ini dengan langkah lari terhuyung-huyung segera menyambut kedatangan ayahnya dengan wajah ceria dan menggemaskan. Kedua tangannya terulur ke atas minta digendong dan suami saya langsung menyambutnya dengan penuh kerinduan. Setelah senyum cerianya tertebar, dari mulut bungsu saya itu keluarlah panggilan sapaan untuk suami saya, “Bu…. Bu.” Saya tersenyum bangga dan langsung menyambung panggilannya, “Lihat mas, sekarang dia sudah bisa memanggilku juga.” Suami saya ikut tertawa bahagia.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 27pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;Setelah lepas dari gendongan, kami sekeluarga lalu berbincang tentang berbagai macam hal dan dari sinilah terungkap satu kenyataan yang mengherankan. Ternyata, anak saya lupa dengan kata “Ayah”. Betul dia sekarang begitu lancar mengucapkan kata “Bu”, tapi, kata “Ayah” seperti terhapus dengan begitu saja dari kepalanya. Sekarang, jika ingin makan, dia mengucapkan kata “Bu”. Ingin mengambil sesuatu dia mengucapkan kata “Bu”. Termasuk jika bertemu dengan ayahnya, maka sapaan yang dia gunakan untuk memanggil ayahnya adalah “Bu.” &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 27pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;“De. Kok, jadi begini?” Suami saya bertanya dengan heran dan raut wajah sedih. Saya hanya bisa menggeleng. Sama sekali tidak mengerti mengapa hal ini bisa terjadi.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 27pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;“Iya mas. Kenapa ya? Awalnya aku hanya ingin merasakan nikmatnya dipanggil ibu olehnya. Tapi, kenapa jadi begini ya?” Lalu kami memandang si kecil dengan pandangan tidak mengerti. Ketika itu, dia ribut memanggil ayahnya dengan panggilan Bu sambil menunjukkan kue di tangannya yang masih terbungkus. Anak bungsu saya ini minta tolong pada ayahnya untuk dibukakan plastik pembungkus makanan tersebut.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 27pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;Saya tahu, suami saya sedih mendapatkan kenyataan yang amat di luar dugaan tersebut. Saya bisa merasakan kesedihan hatinya. Tapi, apa yang bisa saya lakukan? Jika ada yang bertanya menyesalkah saya dengan perkembangan situasi yang terjadi saat ini? Tentu saja saya akan menjawabnya tidak. &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 27pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;Sungguh sebuah kebahagiaan yang tidak dapat terungkap dengan kata-kata ketika mendengar anak saya tersebut memanggil saya ibu. Suara imut-imut tersebut memang sudah lama saya rindukan dan terus berusaha mendombrak batas-batas kesabaran yang saya bangun dalam penantian. Hari ketika dia menyebut saya ibu, adalah hari-hari yang bertabur dengan pelangi yang kemilau. Kebahagiaan saya adalah musim semi dari pohon-pohon rindu yang tumbuh subur di dalam diri ini. Tapi…. Bagaimana mungkin kebahagiaan tersebut bisa bersemayam dengan indahnya jika ternyata harus ada yang bersedih karenanya? Apatah arti kesenangan itu jika ternyata harus membuat luka pihak lain?&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 27pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;Anak adalah cobaan. Dia betul membawa kesenangan, mengantarkan kegembiraan, membasuh kelelahan dan menghalau kesedihan. Tapi, jika keberadaannya membuat kita lalai akan hak-hak lain yang juga harus kita pelihara, tentu lain lagi ceritanya. Dalam hal ini, apakah kesenangan yang ingin saya peroleh tersebut telah membuat sedih suami yang saya cintai? Entahlah. Tapi raut wajah yang terpatri itu telah mengatakannya tanpa sepotongpun kalimat.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 27pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;“Mas, maaf ya. Aku terlalu pingin cepat-cepat dengar dia manggil aku ibu.” Suami saya hanya tersenyum penuh keikhlasan.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 27pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;“Nggak papa.” Meski kalimat itu terucap, saya tetap merasa malu. Duhai. Jika perkara sepele ini saja saya tidak bisa mengendalikan nafsu, bagaimana pula dengan masalah lain? Hari ini, sudah berapa kali saya melalaikan hak orang lain demi meraih kesenangan sendiri? Astaghfirullah al aziim.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0cm 0cm 0pt; TEXT-INDENT: 27pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o ns = &quot;urn:schemas-microsoft-com:office:office&quot; /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/P&gt;&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/123399/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/123399/img/?url=http%3A%2F%2Fade-anita.blogdrive.com%2Farchive%2F47.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://ade-anita.blogdrive.com/comments?id=47</comments>
    </item>
    <item>
      <title>kaku-kaku</title>
      <link>http://ade-anita.blogdrive.com/archive/46.html</link>
      <pubDate>Fri, 29 Jun 2007 14:08:45 GMT</pubDate>
      <description>&lt;P&gt;assalamu'alaikum semua... nggak terasa... sudah satu dua bulan ini tanganku mencoba untuk aktif lagi di depan komputer....&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;uh.. rasanya masih kaku-kaku deh... bayangkan, hampir dua tahun lebih nggak pernah nulis... paling banter juga.. kalau duduk di depan notebook main game... hehehe... memalukan memang... tapi memang demikian adanya... karena kurang dilatih akhirnya jadi rada kaku buat nulis...&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;Hawna, sekarang sudah 17 bulan... sudah bisa macam-macam tapi giginya masih 6 butir...&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;Arna baru saja naik ke kelas 3 SD... Ibam... nggak tahu deh, penentuannya besok. katanya sih insya Allah naik kelas ke kelas 3 SMP....&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;Nggak terasa juga waktu yang menggelinding terus... dan... dua tiga pekan ini akhirnya aku sadar... ternyata pengetahuanku sudah berhenti bertambah sejak memutuskan untuk cuti dari dunia tulis menulis.... hehehe... absurb emang... tapi bener... karena, sudah kebiasaan, kalau mau nulis aku mewajibkan diriku untuk membaca dan mengamati sekitar.... nah... dengan berhenti menulis, aku berhenti juga rajin membaca dan mengamati sekitar...akhirnya... berhentilah pertambahan pengetahuan dalam diri ini...akhirnya.... aku nulis tulisan seperti sekarang ini... tulisan yang sama sekali nggak penting....&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;Oke... ini waktunya untuk membenahi diri lagi...&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/123399/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/123399/img/?url=http%3A%2F%2Fade-anita.blogdrive.com%2Farchive%2F46.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://ade-anita.blogdrive.com/comments?id=46</comments>
    </item>
    <item>
      <title>and....growing up</title>
      <link>http://ade-anita.blogdrive.com/archive/45.html</link>
      <pubDate>Fri, 29 Dec 2006 07:59:14 GMT</pubDate>
      <description>&lt;P align=center&gt;mulai segini&lt;IMG src=&quot;http://ade-anita.blogdrive.com/images/hawna2.jpg&quot;&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P align=center&gt;lalu segini &lt;IMG height=28 src=&quot;http://ade-anita.blogdrive.com/images/hawna1.jpg&quot; width=28&gt;&amp;nbsp;lalu .... tanpa terasa sekarang Hawna sudah 11 bulan. Giginya belum tumbuh sih, tapi.... semua yang dia temukan pasti masuk mulut. baik itu benda yang organik maupun non-organik. hehehe.... rambutnya sudah tumbuh di bagian depan, tapi khusus di bagian belakang, karena sering tidur telentang kali yah, masih agak jarang tuh. Yah, nggak papah deh, nggak mamah juga. &lt;/P&gt;
&lt;P align=center&gt;oh ya, kalau lagi disuruh nunggu orang shalat, dia suka ngikutin bilang AllahuAkbar.... tentu saja dengan tipikal suara bayi yang belum tumbuh gigi.... hari ini dia lagi pilek...srup...doakan cepat sembuh yah.&lt;/P&gt;
&lt;P align=center&gt;btw, kakak-kakaknya juga makin sayang ke dia... dan tentunya mereka sendiri juga makin menyenangkan juga. Alhamdulillah pada mau bantu kerepotan orang tuanya.&lt;/P&gt;&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/123399/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/123399/img/?url=http%3A%2F%2Fade-anita.blogdrive.com%2Farchive%2F45.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://ade-anita.blogdrive.com/comments?id=45</comments>
    </item>
    <item>
      <title>it's a girl</title>
      <link>http://ade-anita.blogdrive.com/archive/44.html</link>
      <pubDate>Thu, 10 Aug 2006 07:18:21 GMT</pubDate>
      <description>&lt;P&gt;Wah!!!&lt;/P&gt;
&lt;P&gt;sudah lama banget yah nggak pernah buka-buka ini. Aku punya berita baik. Aku sudah melahirkan dan anakku yang ketiga perempuan. &lt;/P&gt;
&lt;P&gt;Cantik, lucu, ngegemesin...wah.. pokoknya berjuta pujian untuknya deh (hehehe, namanya juga anak sendiri, jadi yah suka rada-rada hiperbol gitu deh). &lt;/P&gt;
&lt;P&gt;Nah, atas kelucuannya ini maka... tidak ada yang lebih penting daripada bersamanya. Jadi.... ditunda dulu deh kegiatan nulisnya... masa-masa perkembangan Hawna kan lagi pesat-pesatnya. Sayang jika dilewatkan begitu saja. Menulis dan berkegiatan yang lain, bisa menyusul kemudian. Jadi, dipersory kalau blog ini lama banget nggak pernah diup date. &lt;/P&gt;
&lt;P&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/123399/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/123399/img/?url=http%3A%2F%2Fade-anita.blogdrive.com%2Farchive%2F44.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://ade-anita.blogdrive.com/comments?id=44</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Pertemuan Kembali</title>
      <link>http://ade-anita.blogdrive.com/archive/43.html</link>
      <pubDate>Wed, 23 Nov 2005 06:37:56 GMT</pubDate>
      <description>&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;Alhamdulillah… akhirnya, usia kandunganku memasuki usia 28 minggu. Masa mual, muntah, dan enek sudah bisa dikatakan berlalu… jika saja kemarin tidak kena diare. Hmm… karena kena diare selama dua hari, akhirnya maagku kambuh. Walhasil, perut rasanya terus menerus kembung dan mual serta muntah kembali datang menyapa. Seharusnya, hari selasa ke dokter buat periksa rutin. Tapi, akhirnya baru hari kamis bisa ke dokter. Tapi bukan ke dokter langganan, melainkan periksa ke PUSKESMAS…. Hehehe… pingin nyoba pake ASKES.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o ns = &quot;urn:schemas-microsoft-com:office:office&quot; /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;Arna pulang sekolah,langsung chao ke PUSKESMAS. &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;Yang namanya PUSKESMAS ini, harus dicapai dengan kendaraan umum dulu karena letaknya lumayan jauh dari rumah. Cuaca di luar rumah tuh cerah. Cerah banget malah. Matahari bersinar terik dan... mulailai babak berkeringat dimulai. Sampai di PUSKESMAS, Daftar, terus ngasi kartu ASKES… terus....eh… tiba-tiba, petugas pendaftarannya bilang gini,&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;“Bu… ini anak ke enam yah? Wah… ASKES-nya sudah nggak berlaku bu.” HAH?&amp;nbsp; Aku bengong. Dia nggak lihat apa keringat yang masih mengalir di kening dan ujung hidungku? Setelah menelan air ludah untuk mengatasi rasa kaget, lemah aku bilang aja ke petugas.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;“Iya sih, ini insya Allah jadi anak ke enam saya. Tapi &lt;?xml:namespace prefix = st1 ns = &quot;urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags&quot; /&gt;&lt;st1:place w:st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:State w:st=&quot;on&quot;&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;, anak saya yang bisa lahir dengan selamat hingga bisa jadi besar itu cuma ada dua pak. Yang lain, maksud saya, yang tiga lainnya keguguran semua. Ini kehamilan ke enam, tapi insya Allah masih masuk hitungan anak ketiga.” Petugasnya bengong. Terus serius merhatiin lembar catatan medis, terus…mungkin dia bingung juga. Jumlah anak yang harus dihitung itu yang hidup saja apa yang sudah tiada juga?&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;“Hmm… kalau gitu, sebentar yah bu.” Mungkin dia ngasih kesempatan buatku untuk menghapus keringat yang masih deras mengalir. Sejak memasuki bulan ke &lt;st1:place w:st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:City w:st=&quot;on&quot;&gt;lima&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; kehamilan ini, bawaanku kegerahan melulu. Keringat tuh rasanya tidak berhenti mengalir. Baju cucian yang biasanya irit (bisa dipakai dua-tiga kali) sekarang habis dipakai harus langsung diturunin karena sudah pasti bau keringat. Kasihan juga yang nyuci (maafkan aku yah say…). Akhirnya, setelah diskusi dengan teman sejawatnya, petugas itu kembali datang.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;“Bu… nanti tanya sama dokter saja deh, status ibu di ASKES jadinya gimana.” Terus dia ngasih nomor urut pasien. Dapat nomor 32. Aku tersenyum dan bertanya pada sesama pengunjung yang menunggu. &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;&quot;Sudah nomor berapa mbak yang dipanggil?&quot;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;&quot;Baru nomor 11.&quot; Senyumku langsung hilang. Hmm… begini ini kalau berobat kesiangan.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT size=3&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot;&gt;&lt;FONT color=#000099&gt;&lt;st1:City w:st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:place w:st=&quot;on&quot;&gt;&amp;nbsp;Iseng aku tengok kiri kanan. Mencoba mencari pemandangan yang bisa menghibur. Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; beberapa orang disana yang juga menunggu, perempuan semua dan hamil semua…. Hehehe… namanya juga emang ruang tunggu poli kandungan. &lt;st1:place w:st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:City w:st=&quot;on&quot;&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; yang hamilnya sudah besar sekali, ada juga yang perutnya masih kempis tapi wajahnya pucat dan lesu (mungkin dia baru awal-awal dan mengalami mual muntah). &lt;st1:place w:st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:City w:st=&quot;on&quot;&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; yang pakai rok, ada juga yang pakai celana panjang. &lt;st1:City w:st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:place w:st=&quot;on&quot;&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; yang rambutnya digerai, ada juga yang berjilbab dan…. Subhanallah…. &lt;st1:City w:st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:place w:st=&quot;on&quot;&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;…..&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;“Ade yah?” hah? Loh… itu &lt;st1:place w:st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:State w:st=&quot;on&quot;&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;…,&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;“Afiyah yah?” Subhanallah…. Di ruang tunggu ini tidak dinyana ketemu Afiyah. Dia teman SMA-ku dulu. Teman sebangku waktu di kelas satu SMA N 8 Jakarta. Afiyah langsung spontan pindah duduk di sebelahku. Aku Cuma cengar-cengir, surprise banget!!! Senengnya nggak terkata. IT’s been a long…long… lontong… eh.. time. Sudah lama banget nggak pernah dengar kabar tentang Afiyah. Sejak lulus SMA… Lah, anakku yang besar saja sekarang sudah kelas satu SMP!!!&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;“Subhanallah Afiyah, apa kabar? Ihh… nggak nyangka kita ketemu di sini.” Kami berdua cekikikan bak remaja. Lupa dengan perut yang sama-sama membuncit, apalagi usia yang sudah masuk usia kritis untuk hamil (35 lewat jeehhh!!!).&lt;FONT color=#000099&gt; &lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;“Subhanallah, ade… akhirnya ente dapat hidayah juga.” Tertawaku kian tak tertahan melihat &lt;st1:place w:st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:City w:st=&quot;on&quot;&gt;gaya&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Afiyah berkata seperti itu. &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;Duh… bukan rahasia lagi. Dulu, persahabatanku dengan Afiyah memang amat unik. Kami berdua memang berasal dari latar belakang yang amat berbeda. Seperti bumi dan langit. Afiyah anak ROHIS tulen. Kaus kakinya selalu panjang seperti pemain sepak bola yang bertanding di musim dingin (dulu, memang ada peraturan bahwa jilbab dan rok panjang tidak boleh dikenakan di sekolah). Sebelum dan setelah jam sekolah, jilbab lebar senantiasa menghiasi kepalanya. Dia juga aktif dengan kegiatan ROHIS. Tutur katanya lembut keibuan, senantiasa sabar dan rendah hati. Sementara aku… hmm…. Bisa dikatakan, aku selalu beredar di sekolah bersama teman-teman gank-ku yang tidak ada satupun berasal dari anak ROHIS. Yang ada dari sie keamanan, pecinta alam, basket, teater, paduan suara dan paskibra. &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;Jadi, kalau hari ahad&lt;SPAN style=&quot;mso-spacerun: yes&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/SPAN&gt;(dimana kegiatan ekstra kurikuler emang selalu diadain di hari ahad), Afiyah bisa dicari di musholla, sedangkan kalau mau nyari aku… cari ajah di antara mereka yang nongkrong di kantin sekolah, atau di bawah pohon. Biasanya, aku lagi asyik bercanda sambil cekakakan bareng teman-teman gank-ku, sambil nyoba untuk tebar pesona. &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;Kalau pulang sekolah, Afiyah dengan sabar menunggu S-60 datang di bawah terik matahari dan di antara debu-debu yang beterbangan (Afiyah selalu pulang kalau sekolah sudah rada-rasa sepi karena dia senantiasa menyempatkan diri untuk beres-beres musholla dulu), aku di saat yang sama mungkin lagi dilanda perasaan tegang karena mobil sedan teman yang aku tumpangi, saat itu sedang adu kecepatan dengan mobil sedan lain di jalan raya. Kebut-kebutan (istilahnya, tarik-tarikan) memang jadi permainan yang biasa banget di antara teman-teman gank-ku.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;Kalau sabtu malam Afiyah mungkin lagi ikut MABID buat memperoleh pencerahan iman, aku dan teman-teman gank-ku malah keluyuran nyari hantu di kuburan-kuburan (oh ya, teman-temanku memang pada penasaran semua pingin liat hantu tanpa kepala di kuburan jeruk purut. Mereka tuh niat banget, malam-malam ngajak jalan cuma buat melihat dengan mata kepala sendiri kayak apa sih yang namanya hantu tanpa kepala itu…. Uhhh, mereka memang gila-gila!!!). &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;Pendek kata, aku dan Afiyah tuh, meski duduk sebangku setiap harinya, tapi kami seperti bumi dan langit. BEDA banget! Dan, hubungan pertemanan kami berdua, sama-sama tidak direstui oleh teman-teman dari kedua belah pihak. Jadi, kami bersahabat secara back street (duh, istilahnya, apa coba?). Hehehhe….. teman-teman ROHIS Afiyah, kesal banget lihat aku sebangku dengan Afiyah, dan diam-diam selalu berusaha minta supaya Afiyah nyari teman sebangku yang lain. Mereka takut Afiyah terkontaminasi dengan kelakuanku yang serba minus. Sementara teman-teman gank-ku, berulang kali menyarankan agar aku pindah duduk dengan orang lain yang “nggak beda jauh dengan keseharianku”. Bukan apa-apa, kalau lagi kumat niat untuk mengemukakan ide untuk menjalankan kegilaan-kegilaan, entah mengapa, aku tuh suka nggak sadar malah ngasih saran untuk mengurungkan niat dan ide tersebut. Biasanya, tanpa sadar, aku tuh suka bilang, “Eh… kata Afiyah, sebenarnya yang kayak gini nggak baik loh.” . &quot;Eh, kita pulang saja yuk, nanti kalau kelamaan takutnya jadi ngelakuin dosa loh, soalnya Afiyah bilang, bla..bla...bla.&quot; Hihihi… mungkin mereka gerah kali yah dengan nasehat yang sepintas aku kemukakan and&amp;nbsp;they all come from Afiyah's mind.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;Tapi, meski berbeda, persahabatan aku dan Afiyah yang unik tetap terjalin, hingga kami lulus SMA. Meski obrolannya kadang suka nggak nyambung. Aku hari senin selalu menggebu-gebu bercerita tentang pesta-pesta dan acara-acara “heboh” yang aku datangi di sabtu malam dan hari ahad, sementara dia selalu bercerita tentang tausiyah-tausiyah yang dia dapatkan di hari yang sama tersebut. Kadang aku yang bengong mendengar pelajaran dan hikmah yang terselip di tausiyah-tausiyah yang Afiyah ceritakan, tapi lebih banyak Afiyah yang bengong mendengar cerita-cerita seruku. tapi di ujungnya, aku juga sering merenungkan semua tausiyah dia. Hmm. Kalau dipikir-pikir, mungkin Afiyah tuh merasa bahwa menasehatiku adalah ladang amal terbesar buatnya. Sedangkan buatku pribadi, Afiyah adalah penyeimbang untuk semua&amp;nbsp;ego-ego negatif yang sering muncul berhamburan dari dalam diri ini. Yah, pokoknya hubungan&amp;nbsp;kami asli&amp;nbsp;saling mengisi (meski yang satu ngisinya harus benar-benar dengan kesabaran dan kerja keras).&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;Nah… di ruang tunggu pasien itu, aku dan Afiyah seperti kembali memutar lembaran-lembaran itu. Lucuuuu banget. Ihhh… astaghfirullah… ternyata dulu aku gila banget yah. Syukurlah hidayah itu datang juga, entah apa jadinya diri ini jika Allah tidak membantu mengangkat diriku. &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;“De… selain jilbab, masih ada nggak yang nggak berubah dari diri ente?” Hah? Aku tersenyum mendengar pertanyaannya. &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;“Kenapa emangnya?”&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;“Habis, ente beda banget sama dulu. Benar-benar berubah. Lain banget.” Aku kembali tersenyum.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;&quot;Nah, senyumnya aja dah berubah. Dulu mana pernah senyum kalem kayak cewek gini.&quot; Aku langsung nyengir kuda.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;“Tadi kesini… pakai mobil De? Dah bisa nyetir akhirnya?” Kembali aku tersenyum tapi kali ini dengan sebuah gelengan kepala yang kuat.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;“Itu termasuk salah satu yang belum bisa diubah.” Dengan senyum keibuannya yang khas, Afiyah bingung.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;“Kenapa? Ente masih tetap belum bisa bedain kiri kanan yah?” Aku mengangguk sambil tersenyum lebar. Afiyah tersenyum sambil geleng-geleng kepala. &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;Hehehe…. Aku memang punya banyak kekurangan. Salah satunya, orientasi kiri kananku yang kacau balau. Dari dulu, aku memang sulit untuk mengingat yang mana sebelah kiri dan mana yang sebelah kanan.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;“Lah ini… jam tanganku masih tetap di tangan kanan.” Yah, jangan heran. Jam tangan yang kuletakkan di tangan kanan ini memang sebagai pengingat arah kanan. &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;“Ihh… ade… ade… ente tuh selalu bikin kangen…seneng banget deh ketemu ente lagi. Lebih senang lagi, karena ente sudah benar-benar jadi ade yang baru.” Afiyah dengan wajah sendu menatapku. Mungkin terharu, mungkin bahagia. Entahlah. Tapi yang pasti, aku juga merasakan kegembiraan yang sama atas pertemuan hari ini. Dan terharu mendengar pengakuan terakhirnya. Alhamdulillah wa Syukurillah. Indahnya persahabatan.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot; color=#000099 size=3&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/P&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;
&lt;P class=MsoNormal style=&quot;MARGIN: 0in 0in 0pt&quot;&gt;&lt;FONT color=#000099&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;&lt;/P&gt;&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/123399/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/123399/img/?url=http%3A%2F%2Fade-anita.blogdrive.com%2Farchive%2F43.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://ade-anita.blogdrive.com/comments?id=43</comments>
    </item>
    <item>
      <title>fiuhhhhhhhhh</title>
      <link>http://ade-anita.blogdrive.com/archive/41.html</link>
      <pubDate>Mon, 07 Nov 2005 05:40:54 GMT</pubDate>
      <description>Akhirnya....&lt;BR&gt;Akhirnya.... ketemu juga waktu dan kesempatan untuk bisa ngetik dan ber-internet ria.&lt;BR&gt;Alhamdulillah.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Nggak... nggak. Bukannya ngeluh bahwa selama hamil ini jadi nggak bisa produktif dan jadi sakit-sakitan (masa iya ngeluh, orang kehamilan ini memang dinanti-nantikan kok. CUma di luar dugaan saja jika ternyata cobaan sakit selama mengandungnya berkepanjangan). &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Hmm... hampir tujuh bulan nggak bisa menghasilkan tulisan apapun. Baik cerpen, buku apalagi... buat kafemuslimah... hik...hik..hik.... Jadi, sekarang saatnya untuk mulai produktif lagi. Mengejar ketertinggalan.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Ayo Ade... Cheer up and never give up!!! &lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/123399/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/123399/img/?url=http%3A%2F%2Fade-anita.blogdrive.com%2Farchive%2F41.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://ade-anita.blogdrive.com/comments?id=41</comments>
    </item>
    <item>
      <title>My Birthday</title>
      <link>http://ade-anita.blogdrive.com/archive/42.html</link>
      <pubDate>Mon, 26 Sep 2005 17:59:00 GMT</pubDate>
      <description>Hari ini saya berulang tahun. Ehem.. ehem... dah tua juga yah ternyata. It's 15th years before 50!!!&lt;BR&gt;
&lt;BR&gt;
Pagi-pagi, setelah shalat shubuh berjamaah, mas dan anak-anak langsung pada ngerubungin dan ngasih ucapana selamat ultah dengan senyum-senyum yang menghiasi seluruh wajah mereka. Termasuk senyum di wajah mengantuk Arna. &lt;BR&gt;
Wah... terharu juga.&lt;BR&gt;
But... eits.... bukan sampai disini saja cerita mengharukannya.&lt;BR&gt;
Mas pergi ke luar sebentar dan muncul lagi dengan sebuah kartu ucapan selamat di tangannya. DI sana, ada tanda tangan dari semua anggota keluarga tercinta.&lt;BR&gt;
Wah.. surprise.... kapan mereka beli tuh kartu? (&lt;i&gt;perasaan kalau kemana-mana selalu berempat deh?). Ternyata, kata mereka, mereka beli pas ke toko buku, barangnya diselipin di antara buku-buku yang mau dibayar (hmm... pantas saya nggak lihat&lt;/i&gt;).&lt;BR&gt;
&lt;BR&gt;
setelah itu, sambil nunggu jam setengah enam (&lt;i&gt;ini kebiasaan memang, kalau belum jam setengah enam, kami tuh belum ada niatan untuk bergegas mandi atau bersiap-siap melakukan aktifitas... tapi begitu jam setengah enam ... TENG.... yang mau mandi, makan, minum susu, nyetrika pakaian, bikin sarapan, semua bergerak di waktu yang sama.... padahal, kamar mandi cuma ada satu, dan minum susu juga harus dibuat.... makan dan sarapan juga harus segera... karena jam enam seperempat harus sudah ada yang berangkat pergi ke sekolah dan kerja!!! ... hehehe... tapi, disinilah serunya&lt;/i&gt;..) kami semua ngobrol-ngobrol ajah sambil malas-malasan di atas tempat tidur (rame-rame berempat). Diskusi, mau makan apa dan dimana nanti sore....&lt;BR&gt;
&lt;BR&gt;
wahh.... ini memang tradisi tak tertulis. Kalau ada yang berulang tahun, diusahakan untuk makan di luar, yah, istimewa dikit dong untuk hari istimewa.... &lt;BR&gt;
&lt;BR&gt;
Setelah itu, jam setengah enam berdentang dan kami semua langsung bergerak dengan langkah tergopoh... ada yang berebut kamar mandi, ada yang kosek-kosek bikin sarapan dan ada yang mulai merengek minta susu atau minta disetrikain bajunya.&lt;BR&gt;
&lt;BR&gt;
Jam enam seperempat, mas dan Ibam berangkat. Ibam sempat ditegur....kok bawa uangnya banyak banget? Ibam cuma senyum-senyum tipis sambil terus mengantungi uang saku lebih yang dia ambil dari kotak uangnya.&lt;BR&gt;
&lt;DIV&gt;&lt;BR&gt;
dan hari pun berlalu dalam kerutinan seperti biasa. HIngga tiba siang hari.&lt;BR&gt;
Ibam pulang sekolah.... waktu itu, saya lagi nonton tv sambil istirahat karena lelah dan kegerahan. Ibam masuk kamarnya, naruh tas dan ganti baju terus keluar-keluar lagi sambil ngasih bungkusan kantung plastik warna hitam. Oh ya, sebelumnya dia manggil adiknya, Arna, buat masuk kamar dan mereka berdua keluar berdua sambil senyum-senyum penuh rahasia ke arahku. &lt;BR&gt;
&lt;BR&gt;
&lt;DIV&gt;&quot;Bu... aku punya kejutan buat ibu. Nih...&quot; Bungkusan plastik hitam itu diberikan dengan malu-malu. Arna dengan senyum cerianya nyeletuk: &quot;Pokoknya surprise deh...&quot;&lt;br&gt;
&lt;/DIV&gt;

&lt;DIV&gt;Wah.. apa yah?&lt;br&gt;
&lt;/DIV&gt;

&lt;DIV&gt;penuh rasa ingin tahu, segera kubuka kantung plastik hitam itu... isinya....&lt;br&gt;
&lt;/DIV&gt;

&lt;DIV&gt;&lt;br&gt;
&lt;/DIV&gt;

&lt;DIV&gt;dua buah teh kotak, satu buah permen POLO, dan dua buah kue coklat CHip....&lt;br&gt;
&lt;/DIV&gt;

&lt;DIV&gt;&lt;i&gt;WAHHHHHHHHHHHH... SUBHANALLAH.... WHAT A SURPRISE.....&lt;br&gt;
&lt;/DIV&gt;&lt;/i&gt;

&lt;DIV&gt;&lt;br&gt;
&lt;/DIV&gt;

&lt;DIV&gt;&lt;i&gt;&quot;Wah... makasih yah? Hmm.. ibu tahu sekarang, kenapa tadi pagi kamu bawa uang lebih? Duh... mau beli hadiah buat ibu yah?&quot;&lt;/i&gt;&amp;nbsp; Ibam senyum-senyum ajah.&amp;nbsp; Terus dia cerita bahwa dia dari mikrolet berhenti di komplek PJR dan jalan ke mini marketnya... terus belanja itu semua.... dari sana jalan kaki ke rumah.... hik..hik... terharu sekali rasanya.... bukan dari harga barang2 yang dia beli, tapi dari niat dia buat ngasih hadiah itu yang bikin terharu.... entah berapa lama dia mengumpulkan uang untuk membeli makanan kecil yang memang kesukaanku semua..... hehehe... termasuk teh kotaknya... cuma permen polonya ajah yang lagi nggak bisa dimakan karena bikin kembung....tapi....langsung saja Ibam aku raih dan aku hadiahi ciuman di pipinya.... cuma, karena Ibam dalam hal ini sudah merasa &quot;besar&quot; (dah SMP kelas 1) dia rada2 salting gitu pas dicium.... heheheh.... dan wajahnya yang putih kian semu merah ketika ucapan terima kasih kuucapkan di telinganya.&lt;br&gt;
&lt;/DIV&gt;

&lt;DIV&gt;&lt;br&gt;
&lt;/DIV&gt;

&lt;DIV&gt;TERUS... nggak lama kemudian Arna ngasih potongan kertas putih berbentuk hati.....&lt;br&gt;
&lt;/DIV&gt;

&lt;DIV&gt;&lt;br&gt;
&lt;/DIV&gt;

&lt;DIV&gt;&quot;Bu... aku juga punya hadiah... tapi aku nggak punya uang... jadi, aku bikin ini saja... buat ibu.&quot;&lt;br&gt;
&lt;/DIV&gt;

&lt;DIV&gt;subhanallah.... kejutan yang tiada henti.. nikmat yang tiada taranya.... pada Arna pun hadiah kecupan dan ucapan terima kasih terhatur.....sekali lagi, jangan lihat dari bentuk dan murahnya hadiah, tapi dari usaha dia membahagiakan...... meski hati itu dibuat dari kertas sisa struk... meski guntingannya belum halus.... tapi.... hik..hik.... air mata ini benar-benar tak terbendung....&lt;br&gt;
&lt;/DIV&gt;

&lt;DIV&gt;&lt;br&gt;
&lt;/DIV&gt;

&lt;DIV&gt;langsung saja setelah adegan mengharukan itu teratasi, kirim sms ke mas....&quot;mas... makasih yah karena sudah mendidik anak-anak yang menjadi penyejuk mata dan penghibur hati.... alhamdulillah... semoga mereka jadi anak-anak sholeh dan bermanfaat bagi kemaslahatan orang banyak kelak... amien.&quot;&lt;br&gt;
&lt;/DIV&gt;

&lt;DIV&gt;&lt;br&gt;
&lt;/DIV&gt;
&lt;IMG height=480 src=&quot;http://ade-anita.blogdrive.com/images/DSC00526.jpg&quot; width=640 border=0&gt;&lt;BR&gt;

&lt;/DIV&gt;&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/123399/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/123399/img/?url=http%3A%2F%2Fade-anita.blogdrive.com%2Farchive%2F42.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://ade-anita.blogdrive.com/comments?id=42</comments>
    </item>
    <item>
      <title>jutawan</title>
      <link>http://ade-anita.blogdrive.com/archive/40.html</link>
      <pubDate>Wed, 21 Sep 2005 02:54:42 GMT</pubDate>
      <description>Saya punya saudara. Hmm... saudara jauh sih, jauh banget. Tapi kan tetap saudara.&lt;BR&gt;
&lt;BR&gt;
Dulu, waktu tahu bagaimana rupa kediamannya, saya sempat dibuatnya ternganga.&lt;BR&gt;
Wah.... subhanallah... rumahnya mewaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh sekali.&lt;BR&gt;
&lt;BR&gt;
Empat lantai, dengan satu lantai terletak di bawah tanah (under ground). Ini rumah tinggal pertama yang saya temui menggunakan lift didalam rumahnya. Nah... ruangan bawah tanahnya ini, khusus dia desain karena diperuntukkan untuk mini cinema alias bioskop kecil.&lt;BR&gt;
&lt;BR&gt;
Duhhh.... deretan kursi untuk menontonnya, empuk, reclining seat (itu loh kursi yang bisa diatur untuk kaki relax), dengan ac yang dingin dan tata ruang seperti gedung pertunjukkan untukkelas atas... televisi layar datarnya besarrrrrrrrrr.... pokoknya, bioskop 21 ajahsih, tewas deh nyamannya.&lt;BR&gt;
&lt;BR&gt;
sayangnya, saking kebanyakan duit, mereka rada2 boros. hmm..... waktu lagi ngecat rumah (maksudnya waktu rumahnya diganti warna catnya), mereka pindah ngontrak ke rumah mewah lain dengan bayar uang kontrakan sebesar Rp 15 juta sebulan. HANYA SEBULAN&amp;nbsp; DANCUMA BUAT NGUNGSI SEMENTARA DOANG!!!!&lt;BR&gt;
&lt;BR&gt;
kalau soal liburan, dan selera berbelanja, wah... nggak usah diceritain deh. Sampai-sampai, rasanya hampir tiap tahun istrinya berubah wajah... yang kulit hitam manisnya jadi putih lah, yang hidungnya jadi mancung, atau dagunya jadi kotak berbelah, itu rasanya perkara mudah untuk dilakukan. Pernah dia mengajak saya,&lt;BR&gt;
&quot;Eh.. jerawat tuh dipipinya.. suntik vitamin E yuk disalon...Murah kok, nggak nyampe satu jeti, aku traktir deh.&quot; GLEK!!!!&lt;BR&gt;
&lt;BR&gt;
Tapi.....&lt;BR&gt;
beberapa waktu lalu, ada berita duka dari saudara saya ini yang membuat saya termenung dan terpekur.&lt;BR&gt;
Suaminya terserang kanker paru-paru dan stadiumnya sudah stadium 4. Semua saudara diminta berkumpul untuk dimintai maaf.&lt;BR&gt;
&lt;BR&gt;
&lt;BR&gt;
Innalillahiwainnailaihirajiun..... ternyata,sekaya apapun harta yang kita miliki tidak akan pernahbisa menolak kuasa Allah untuk memberikan penyakit. Hmm..... Untuk pengobatan, satu kali berobat saja memakan biaya Rp 100.juta..... &lt;BR&gt;
&lt;BR&gt;
&lt;DIV&gt;&lt;FONT style=&quot;BACKGROUND-COLOR: #000000&quot;&gt;Pada suami saya, tanpa sadar saya berkata, &quot;Mas... semoga nanti jika kita sudah tua, tidak dihinggapi penyakit yang menyengsarakan yah... kasihan juga anak-anak jika harus pontang panting mencari biaya pengobatan.&quot;&lt;BR&gt;
&lt;BR&gt;
Sungguh... kesehatan itu amat mahal... dia benar-benar rezeki Allahyang tiada tara lezatnya.&lt;BR&gt;
Jadi inget ibu.... meski beliau Allahyarham meninggal secara mendadak, ternyata itulah kepergian yangterbaik yangdirancang Allah bagi kami anak-anaknya yang hidup tidak berkelebihan. &lt;BR&gt;
&lt;DIV&gt;Subhanallah... walhamdulillah AllahuAkbar.&lt;/DIV&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/123399/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/123399/img/?url=http%3A%2F%2Fade-anita.blogdrive.com%2Farchive%2F40.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://ade-anita.blogdrive.com/comments?id=40</comments>
    </item>
    <item>
      <title>psikotest  cinta</title>
      <link>http://ade-anita.blogdrive.com/archive/39.html</link>
      <pubDate>Wed, 21 Sep 2005 02:33:39 GMT</pubDate>
      <description>&lt;FONT face=&quot;Comic Sans MS&quot;&gt;Psikotest ini diambil dari email internet,&lt;br&gt;
diterjemahkan oleh orang tersebut dari &lt;br&gt;
bahasa&lt;br&gt;
asalnya Japanese. Anda akan &lt;br&gt;
menemukan hasil&lt;br&gt;
yang sangat mengejutkan. Orang yang&lt;br&gt;
memikirkan&lt;br&gt;
game ini, konon sesudah membaca mail &lt;br&gt;
ini,&lt;br&gt;
harapannya dapat terkabul. Pasti anda &lt;br&gt;
akan&lt;br&gt;
terkejut melihat hasilnya.!!!&lt;br&gt;
Cuma janji dulu, JANGAN MEMBACA &lt;br&gt;
JAWABAN&lt;br&gt;
DIBAWAHNYA TERLEBIH DAHULU.&lt;br&gt;
ISI DULU INSTRUKSI YANG DIMINTA.&lt;br&gt;
BACA SATU PARAGRAF DEMI SATU&lt;br&gt;
PARAGRAF.&lt;br&gt;
Pertama-tama siapkan bolpen dan kertas.&lt;br&gt;
Waktu memilih nama, anda harus &lt;br&gt;
memilih orang&lt;br&gt;
yang anda kenal. Jangan terlalu banyak &lt;br&gt;
mikir,&lt;br&gt;
tulislah apa yang ada di kepala anda.&lt;br&gt;
&lt;BR&gt;INGAT : Maju satu paragraf per paragraf.&lt;br&gt;
Kalau anda membaca kelanjutannya, &lt;br&gt;
Permohonan&lt;br&gt;
anda tidak akan terkabul.&lt;br&gt;
1.. Pertama-tama tulis angka 1 sampai &lt;br&gt;
sebelas di&lt;br&gt;
kertas anda secara vertikal (atas ke &lt;br&gt;
bawah)&lt;br&gt;
&lt;BR&gt;2.. Tulis angka yang paling kamu senang &lt;br&gt;
(antara1-&lt;br&gt;
11) disebelah angka No.1 dan 2&lt;br&gt;
&lt;BR&gt;3.. Tulis 2 nama orang (lawan jenis) yang &lt;br&gt;
kamu&lt;br&gt;
kenal, masing-masing di No.3 dan No.7&lt;br&gt;
&lt;BR&gt;4.. Tulis 3 nama orang yang kamu kenal &lt;br&gt;
di No.4, 5,&lt;br&gt;
dan 6. Disini kamu boleh menulis nama &lt;br&gt;
orang di&lt;br&gt;
keluarga, teman, kenalan. Siapapun OK. &lt;br&gt;
Cuma&lt;br&gt;
harus yang kamu kenal&lt;br&gt;
&lt;BR&gt;5.. Di no.8, 9, 10 dan 11 kamu tulis nama &lt;br&gt;
judul&lt;br&gt;
lagu yang berbeda-beda&lt;br&gt;
&lt;BR&gt;6.. Terakhir, tulis kamu punya &lt;br&gt;
permohonan.(Kamu&lt;br&gt;
minta permohonan)&lt;br&gt;
&lt;BR&gt;&lt;br&gt;
&lt;BR&gt;&lt;br&gt;
&lt;BR&gt;&lt;br&gt;
&lt;BR&gt;NAH......... dibawah ini ada jawaban dari &lt;br&gt;
psikotest-&lt;br&gt;
nya mudah-mudahan cocok jawabannya.&lt;br&gt;
1.. Anda harus memberitahu ke orang &lt;br&gt;
yang anda&lt;br&gt;
tulis di No. 7 tentang psikotest ini.&lt;br&gt;
2.. Orang yang anda tulis di No.3 adalah &lt;br&gt;
orang&lt;br&gt;
yang kamu cintai.&lt;br&gt;
3.. Orang yang anda tulis di No.7 adalah &lt;br&gt;
orang&lt;br&gt;
yang kamu suka, tetapi bertepuk sebelah &lt;br&gt;
tangan.&lt;br&gt;
4.. Orang yang anda tulis di No.4 adalah &lt;br&gt;
orang&lt;br&gt;
yang anda rasa paling penting bagi anda.&lt;br&gt;
5.. Orang yang anda tulis di No.5 adalah &lt;br&gt;
orang&lt;br&gt;
yang paling mengerti tentang anda.&lt;br&gt;
6.. Orang yang anda tulis di No. 6 adalah &lt;br&gt;
orang&lt;br&gt;
yang membawa keberuntungan pada &lt;br&gt;
anda.&lt;br&gt;
7.. Lagu yang anda tulis di no. 8 adalah &lt;br&gt;
lagu yang&lt;br&gt;
ditujukan untuk orang No.3&lt;br&gt;
8.. Lagu yang anda tulis di no.9 adalah &lt;br&gt;
lagu yang&lt;br&gt;
ditujukan untuk orangNo.7&lt;br&gt;
9.. Lagu yang anda tulis di no.10 adalah &lt;br&gt;
lagu yang&lt;br&gt;
melukiskan apa yang ada di hati anda.&lt;br&gt;
10.. Terakhir, lagu yang anda tulis di &lt;br&gt;
No.11 adalah&lt;br&gt;
lagu yang melukiskan hidup anda.&lt;/FONT&gt;&lt;BR&gt;&lt;!-- begin(Yahoo ad) --&gt;&lt;a href=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/123399/click/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ypn-rss.overture.com/rss/35557/123399/img/?url=http%3A%2F%2Fade-anita.blogdrive.com%2Farchive%2F39.html&amp;amp;pid=1846251505&quot; alt=&quot;Ads by Yahoo!&quot; border=&quot;0&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- end(Yahoo ad) --&gt;</description>
      <comments>http://ade-anita.blogdrive.com/comments?id=39</comments>
    </item>
  </channel>
</rss>
